Tuesday, February 12, 2008
Dari sembilan raja yang memerintah di Malaysia, ternyata pada umumnya merupakan keturunan Raja Bugis dari Kerajaaan Luwu, Sulawesi Selatan.

Hal itu terungkap pada Seminar Penelusuran Kerabat Raja Bugis, Sulsel dengan raja-raja Johor-Riau-Selangor, Malaysia di Makassar, Rabu.

"Berdasarkan hasil penelusuran silsilah keturunan dan tinjauan arkeologi diketahui, 14 provinsi di Malaysia, sembilan diantaranya diperintah oleh raja yang bergelar datuk (dato`) atau sultan, sedang empat provinsi lainnya diperintah gubernur yang bukan raja," kata Prof Emeritus Dato` Dr Moh Yusoff bin Haji Hasyim, President Kolej Teknologi Islam Antarbangsa Melaka.

Menurut dia, dari segi silsilah, kesembilan raja yang memiliki hak otoritas dalam mengatur pemerintahannya itu, berasal dari komunitas Melayu-Bugis, Melayu-Johor dan Melayu-Minangkabau.

Sebagai contoh, lanjutnya, pemangku Kerajaan Selangor saat ini adalah turunan dari Kerjaan Luwu, Sulsel.

Merujuk Lontar versi Luwu` di museum Batara Guru di Palopo dan kitab Negarakerjagama, menyebutkan tradisi `raja-raja Luwu` ada sejak abad ke-9 masehi dan seluruh masa pemerintahan kerajaan Luwu terdapat 38 raja.

Raja yang ke-26 dan ke-28 adalah Wetenrileleang berputrakan La Maddusila Karaeng Tanete, yang kemudian berputrikan Opu Wetenriborong Daeng Rilekke` yang kemudian bersuamikan Opu Daeng Kemboja.

"Dari hasil perkawinannya itu lahir lima orang putra, masing-masing Opu Daeng Parani, Opu Daeng Marewah, Opu Daeng Cella`, Opu Daeng Manambong dan Opu Daeng Kamase," paparnya sembari menambahkan, putra-putra inilah yang kemudian merantau ke Selangor dan menjadi cikal bakal keturunan raja-raja di Malaysia hingga saat ini.

Lebih jauh dijelaskan, dengan penelusuran sejarah dan silsilah keluarga itu, diharapkan dapat lebih mendekatakan hubungan antara kedua rumpun Melayu yakni Melayu Selangor dan Bugis.

Menurut Moh Jusoff, dari segi kedekatan emosional, silsilah dan genesitas komunitas di Malaysia dan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Hanya saja, belum bisa merambah ke persoalan politik karena ranah politik Malaysia berbeda dengan politik Indonesia termasuk mengenai tata pemerintahan dan kemasyarakatannya.

Sementara itu, Andi Ima Kesuma,M.Hum, pakar kebudayaan dari Universitas Hasanuddin (Unhas) yang juga Kepala Museum Kota Makassar mengatakan, kekerabatan keturunan raja-raja di Malaysia dan raja-raja Bugis di Sulsel tertuang dalam Sure` Lagaligo maupun dalam literatur klasik lainnya.

"Hanya saja, gelaran yang dipakai di tanah Bugis tidak lagi digunakan di lokasi perantauan (Malaysia) karena sudah berasimilasi dengan situasi dan kondisi di lokasi yang baru," katanya.

Gelar Opu dang Karaeng yang lazim digunakan bagi keturunan raja rai Luwu dan Makassar tidak lagi dipakai di Malaysia melainkan sudah bergelar tengku, sultan atau dato`

Sumber : Antara


 
Oleh Abu Syauqi pada pukul 9:04 AM |


22 Tanggapan:


At 2:19 AM, Anonymous Anonymous

setahu sy bahwa keturunan raja2 di Malaysia adalah keturunan raja Makassar (Gowa-Tallo) n Luwu... Makssar n Luwu bukan daerah yg masuk dalam kelompk suku Bugis karena mempunyai Bahasa dan adat istiadat yg berbeda... selama ini yang terjadi adalah semua suku di sulsel di kelompokan dlm suku Bugis..pemahaman itu sangat keliru... dan membuat kelompok atau suku yg lain terpinggirkan..

 

At 6:25 PM, Anonymous uwiuw

oh apakah comment sebelum sy ini beenr ? tolong klarifikasinya donk pak ?

 

At 11:49 AM, Anonymous venom

Hmm memang di sul-sel terdiri dari 4 suku besar (dulu) tapi setelah sulbar terbentuk otomatis suku mandar terpisah. Memang sih orang seringnya menyebut suku Bugis/Makassar saja karena dua suku inilah yang lebih dominan namun kenyataan dilapangan adalah sebutan Bugis/Makassar ini juga berlaku bagi suku Toraja (tator-luwu) dan Mandar (majene-dll) dan ini bukan untuk menyepelekan suku yang lainnya. Karena sebenarnya masih banyak sub etnik di Sul-Sel sebagai contoh ada suku Konjo di Kajang/Bulukumba (cmiiw)

 

At 8:10 AM, Anonymous Anonymous

tabe' taddampenggekka,bicarami kuwenru,tudang riajaretta wappakeade'utudang riagamata wappakkaraja.

saya mahasiswa dari Cairo Egypt, sedikit meralat tulisan bapak tentang galigo bapak ttg :

Rusa taro arung, tenrusa taro ade,
Rusa taro ade, tenrusa taro anang,
Rusa taro anang, tenrusa taro tomaega.

BAKKE TARO ADA, TEBAKKE TARO ARUNG
BAKKE TARO ARUNG, TEBAKKE TARO ADE'
BAKKE TARO ADE' TEBBAKKE TARO PANGEDERENG.BAKKE TARO PANGEDERENG TEBBAKKE TARO MANA,BAKKE TARO MANA NASALAIPI SALOMPE'NA.
SABA' NASABARI,TENRE' ADA TE'TTENRE PANGEDERENG,TENRE' PANGEDERENG RIMULANNA TONGENGGE,NAIYYA TONGENGGE BACCI ABBATIRENGGE..


kungani santang bunge' utekku kapang lunra'na ri idi.

saya seorang putra wajo yang sangat senang dengan sastra klasik bugis yg kebetulan sementara lagi menekuni FILSAFAT BUGIS yang insyaallah akan di publikasikan dalam bentuk buku..
sebaliknya mengharap dukungan setidaknya "sillappa dua llappa werekkada jello mabbarakka..

 

At 9:08 AM, Blogger Daeng Chelak

apa kene ko ni nak memutar belit sejarah ke?????? Tolong baca sejarah selangor dulu sebelom pandai2 nak beblog...................

 

At 12:43 AM, Blogger seribugis

Salam,,
Syukur lah di Malaysia institusi raja masih dipertahankan.. Saya terkenang pepatah bugis?? atau hadis?? tak pasti.. Makkedai Nabitta Muhammad SAW; " Iyarit tu alliri linoe, eppai uwangenna. Seuwani arung malempu'e Maduanna panrita bokoriengngi lino, battuanna pakkasiwiangna Man ri Puang Allah Ta'alla napogau. Matelluna to sugi'e na malabo. Maeppana Pakkere,ena abbara''..
Pada saudara-saudara di Bone khasnya prihatin lah terhadap institusinya.. Barangkali langkah ke arah pelestarian dan kelestarian Lapowowie(muzium/istana?) harus dimulakan Insya Allah kami diperantauan turut mendukung.. Salam Bugis Sandakan Malaysia

 

At 11:20 AM, Blogger MOHD ASROL BLOG

Assalam'kum..

Menurut arwah datuk saya beliu adalah berdarah bugis. Komuniti bugis banyak terdapat di melaka, malaysia terutamanya di serkam, melaka. Saya masih mencari salasilah keturunan saya.

Cuma ingin bertanya bagaimana komuniti bugis boleh berada di melaka. Adakah mereka ini mempunyai pertalian darah dengan kesultanan bugis??

 

At 3:40 AM, Anonymous Anonymous

tabe taddampengika maraja
salama manengki sempugiku...salama manengki sipabbanuangku
pada takatutui ada na ampe kedota
pada makkareso pada siparengerang
mammuare pada ripassalamaki ri lino na ahera
tennapodo engka wettu na wedding to siruntu sipalebbareng sipalele padissengeng bara'na de na tabbe mana to matoangta
leppanni mammase mase ri sengkang ta siruntu
tennapodo engka wedding pada sippalele paddisengengki
salama manengki sempugi
.....081381299277

 

At 3:43 AM, Anonymous Anonymous

salam
saudara mohd asrol yang baik
sebut nama kakek anda, asal dan zaman perantauannya. mudah2an saya bisa bantu carikan silsilahnya
beberapa hari yang lalu ada keluarga dari malaysia tepatnya pontian
sebaiknya anda mencari informasi sesama keturunan bugis dimalaysia,kami disulawesi akan membantu semampu kami
....081381299277

 

At 7:02 PM, Blogger mank

salam..

Yg arahkan sirul & azhar utk bunuh ALTANTUYA pun berdarah bugis kan..Hehe

 

At 11:38 PM, Blogger RainDee

seperti kaum Tator yang kebanyakankannya kristian(mungking)...
pada pendapat saya.... mereka ini merupakan rumpun kaum bugis, namun oleh kerana telah asimilasi dengan kristian maka panggilan 'bugis Tator' mungkin sudah tidak kedengaran atau bugis lain yang majorrity muslim sudah meminggirkan 'bugis' itu secara sengaja atau secara tak sedar semakin hilang dari masa ke masa.
Sila komen... itu cuma pandangan dan pendapat saya.

 

At 9:21 PM, Anonymous Anonymous

Sy anak bugis jati Johor, Malaysia.
Saudara mara ramai di Sulawesi.Nama anak-anak sy juga daing (ejaan saja lain)Fasih berbahsa bugis.

 

At 12:14 PM, Anonymous Anonymous

etttu ambe................
to citta koe

 

At 3:43 PM, Anonymous Anonymous

assalamualaikum....
syukur ke hadrat ilahi...saya telah lama mencari web bugis yang boleh mencari asal keturunan saya..saya dari malaysia...
mengikut cerita ayah saya, saya punya datuk di sul-sel yang berketurunan bugis...
setiap kali tiba lebaran ayah pasti menitiskan air mata...mengikut ceritanya lagi, ayah saya telah merantau selama hampir 30 tahun...dalam pada masa itu ayah saya tidak pernah pulang ke kampung halaman dan ayah sering merindui keluarganya...saya sebagai anak faham akan perasaan bila berjauhan dari keluarga...lebih2 lagi 30 tahun tidak pernah ketemu...
ayah saya berketurunan bugis-beru...pada siapa2 yang boleh membantu, sila tinggalkan pesanan...atau terus ke e-mail saya little_rudy84@yahoo.com.my...

 

At 3:21 PM, Anonymous Andisuwaidi

Simpuh maaf sebelumnya...

Saya lahir dan dibesarkan di tanah semenanjung kepulauan Riau, secara geografis berada bersebalah dengan Malaysia dan Singapura. Saya sering berkunjung ke Tanjung Pinang. Disana dikenal seorang raja yang hidup dimasa penjajahan Belanda. Beliau adalah Yang Dipertuan Muda Riau Raja Haji Fisabillah... saya menelusuri jejak sejarahnya... tapi saya jujur (karena kekurangan literatur) terbentur pada beberapa nama sebut saja, Daeng Cella.. Daeng Parani... Daeng Marewa.. Daeng Sinambung. Dan Tulisan di blog ini telah membuka cakrawala ranah sejarah yang saya tau... terima kasih...
Jujurnya.. saya tertarik dengan komunitas Bugis. karena kedua orang tua saya adalah orang Bugis yang konon kisah bunda, beliau masih turunan raja-raja Bugis Wajo. Ayah saya menitipkan nama "Andi" pada nama depan saya... tapi sedihnya, itu hanya buat identitas bahwa dulu, moyang saya pernah eksis di Wajo. Lebih dari itu saya bingung karena saya sendiri tidak mampu berbahasa Bugis apalagi aksaranya....

Simpuh salam dari tanah rantau...
Sawerigading nama dikisah,
Jejak cerita bunda kala senja
dari Riau hamba menutur kata
Memohon maaf jika tersalah..

Andi Suwaidi... (andisuwaidi@hotmail.com)

 

At 2:10 AM, Blogger Nakke Bukan Siapa2

jgn terlalu membanggakan kesukuan kita sulessureng,,,karenA nenek moyang kita orng bugis sangt menhargai nmx manusia seperti pesan2nya:ATUTUI RUFA TAUE".

 

At 8:29 PM, Anonymous Baharuddin Andi Seni

assalamualaikum...

saya salah seorang pegawai kerajaan malaysia, namum asal usul dari sulawesi ( Otting - Bone ). menurut salasilah keturunan, saya adalah keturunan ke 17 Raja Bone,tetapi saya selalu mengingatkan saudara seagama saya bahaw di akhirat nanti malaikat tidak akan bertanya " awak dari suku atau keturunan mana?" tetapi malaikat akan bertanya apa amalan kamu semasa hidup di dunia". saya bukannya tidak menegakkan suku bugis namun, ada bugis yang terlalu mementingkan adat bugis sehinggakan melaggar hukum Allah..masih lagi membakar- bakar kemenyan, melepaskan ayam, sembelih ayam atau kambing di pokok, buat pondok kecil di simpan di bumbung rumah, menghayutkan makanan di laut, dan banyak lagi.. marilah saudaraku semua khususnya " bugis" kita menilai diri kita sebelum kita dinilai dihadapan Allah.. ( mohon maaf jika tersinggung. sebenarnya saya amat fasih berbahasa bugis, tapi nak tulis susah sikit).- Baharuddin Andi Seni.
p/s. jika nak sembang boleh melawat laman web saya: www.baharuddinandiseni.myportal.my

 

At 10:04 PM, Blogger Riau lingga

Saya adalah dari Singapura ingin mencari saudara mara. Saya adalah dari keturunan Bugis juga. Sila lungsuri blog saya untuk keterangan yang lebih lanjut. terima kasih.

http://keturunan-engkuchik.blogspot.com/

 

At 3:26 PM, Anonymous Anonymous

buat:

little_rudy84@yahoo.com.my

bt km yg kehilngn jejak kasih dr sulewesi,kebetuln sy pun beristeri org ketrnn sulewesi berru di bojo 1perbatasan pare pare sulewesi..

aja mu masussa,resomu temmanginggi
tauri sappa'e toli mattajeng...
sappaka okko'e facebook..tagged..
slank_syad@yahoo.com

 

At 6:50 PM, Blogger izul

salam,saya juaidul dg.maserang kelahiran jakarta skrng orang tua saya menetap di sape-bima,saya ingin mencari silsilah orang tua dari kakek saya(H.Samaila daeng mattari,pernah tinggal di maros) yg brnama H.La Bolong(gelar sdng nama asli kami blm tau nama istrinya La Waji) yang berasal dari desa.data kec.mare kab.bone,beliau mengungsi akibat perang penjajahan skitar thn 1905-1915 dan masih ada hub kerabat dari kerajaan bone,terimakasih,email saya:juaidulashan@yahoo.com,hp:081213993425

 

At 10:22 PM, Anonymous Anonymous

saya sih org bugis juga', terrus terang orang bugis itu agamanya panatik islam tapi sebahagian saudara kita masih banyak yang kental dengan budaya hindu karena sebelum islam masuk hindu sudah menjadi anutan nenek moyang kita lebih dahulu. jadi kalau masih ada bakar kemenyan, melepas ayam di pokok kayu atau di kuburan dll itu memang msih kental dengan budaya nenek moyangnya dulu, jadi jangan heran kalau dikalangan orang bugis masih banyak yng begitu. yang perlu sekarang adalah ulama2 kita masih harus bekerja keras mengajarkan agama islam yg benar sesuai tuntunan Allah dan Rosulnya.
mengenai masalah keturunan raja saya rasa tidak perlu dibesar2kan. asal mula raja2 itu adalah orang2 dulu kita yang super jago yang orang lain tidak bisa/sulit dilawan pada masa dulu sehingga orang yg tak bisa lawan dia menjadi anak buah/budak dia maka terbentuklah suatu kerajaan. awal manusia dalah Nabi Adam dan Hawa. dan mereka berdua itu bukan diutus menjadi raja. jadi asal manusia bukan raja. Dari bangsa/suku apapun darah raja dan bukan raja sama2 merah, kalau ada yang berdarah putih berarti dia orang sakit bernanah. Atau berdarah biru bererti dia lebam habis kena pukul.
Yang jelas keturunan raja tidak menjajikan kepastian kepada kita bahwa kita bisa menjadi kaya dan bahagia selamat dunia akhirat. Cuma kalau keturunan raja adalah mungkin sikit prestiselah. Tapi raja dhalim bikin sakit hati sahaja. Tabe'.....!

 

At 1:22 AM, Anonymous Anonymous

saya sedang mencari keturunan bugis daeng chelak atau sultan mahmud bin masushah..sila email saya di lucky_kiko@rocketmail.com